Wednesday, January 16, 2013

Mambaus Sholihin, Pencetak Generasi Pemimpin Masa Depan

Sejuk dan tentram itulah suasana yang dapat dirasakan saat mulai menginjakkan kaki dikawasan pondok pesantren Mambaus Sholihin 2. Pesantren yang telah ada sejak tahun 2000 terletak di desa Sumber kecamatan Sanankulon kabupaten Blitar. Pesantren ini teletak di antara sawah-sawah dan berbagai macam pepohonan yang asri. Pondok pesantren Mambaus Sholihin 2 Blitar adalah cabang dari pondok pesantren Mambaus Sholihin yang berada di desa Suci kecamatan Manyar kota Gresik di bawah asuhan KH. Masbuhin Faqih. Meski baru berusia 12, pondok pesantren Mambaus Sholihin 2 memiliki andil besar dalam perkembangan pendidikan khususnya di kabupaten Blitar. Meskipun berdiri di bawah naungan pondok pesantren yang notabene menganut sistem pendidikan salaf, Mambaus Sholihin juga menyelenggarakan pendidikan formal SMP-SMA sebagai upaya pengembangan dan tuntutan zaman. Selain itu, Mambaus Sholihin juga mengembangkan bahasa Arab dan Inggris dengan mewajibkan santri berkomunikasi dengan dua bahasa asing tersebut sebagai bekal hidup di era globalisasi yang menuntut semua orang berperilaku dan bersikap secara internasional tapi juga tetap memegang agama sebagai pondasi hidup. Pada tahun ini, Mambaus Sholihin juga membuka perguruan tinggi Institute Keislaman Abdullah Faqih (Inkafa). Perguruan tinggi ini juga merupakan cabang dari perguruan tinggi Islam Mambaus Sholihin Gresik. Karena baru terbentuk, maka Inkafa Blitar baru membuka satu jurusan Pendidikan Agama Islam. Mahasiswa yang menuntut studi di Inkafa berjumlah tiga puluh. Selama 12 tahun pondok pesantren Mambaus Sholihin telah banyak mengukir berbagai prestasi baik tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional. Hal ini membuktikan bahwa pondok pesantren memang layak untuk diperhitungkan sebagai salah satu lembaga pendidikan yang dapat dijadikan salah satu pilihan untuk menuntut ilmu. Selama ini Mambaus Sholihin memang benar-benar serius untuk membantu pemerintah indonesia, mencetak generasi bangsa yang tidak hanya pintar otak tapi juga cerdas secara perilaku. Mambaus Sholihin 2 diasuh oleh KH. Misbahudin Ahmad dan Hj. Shobiyah. Keduanya adalah alumni pondok pesantren Langitan Tuban dibantu oleh kelima putranya Nur Khasanah, Agus Fauzil Anam, S.E, Agus Zainul Fajri, M.Ag, Agus Moh. Al-Amin, S.Pd.I,M.M, dan Agus Ali Wafa. Pada mulanya, di desa Sumber baru ada madraasah diniyah yang dirintis oleh orang tua KH. Misbahuddin Ahmad. Nama Madrasah tersebut adalah Al-Hidayah. Setelah kedua orang tuanya wafat, madrasah diubah namanya menjadi PP. Al-Hikmah oleh sanak keluarga. Pada sat itu KH Misbahuddin Ahmad masih tinggal di Gresik. Setelah putra kedua, Agus Zainul Fajri, M.Ag lulus dari Mambaus Sholihin pusat Kiai Misbahuddin sowan kepada pengasuh Mambaus Sholihin Gresik, K.H Masbuhin Faqih untuk minta restu mengembangkan madrasah al-Hidayah Sumber menjadi pondok pesantren cabang dari pondok pesantren Mamba’us Sholihin Gresik. Setelah mendapat izin untuk mengembangkan madrasahdari pengasuh Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik. Kiai Misbahuddin minta restu kepada almarhum K.H Abdullah Faqih Langitan. Setelah restu dari kedua Kiai kharismatik tersebut, lalu berdirilah Mambaus Sholihin 2 Blitar. Sistem penyelenggaraan pendidikan di pondok pesantren Mambaus Sholihin Blitar dengan sistem boarding school (asrama). Siswa mengikuti kegiatan pendidikan full day school. Kegiatan pendidikan mambaus Sholihin melaksanakan secara penuh kurikulum pendidikan yang ditetapkan Kemendiknas dan Kemenag. Pada malam hari, para santri mengikuti madrasah diniyah sebagai pendidikan wawasan Islam. Selain pendidikan SMP-SMA dan program pendidikan bahasa asing, pondok pesantren Mambaus Sholihin juga memberikan wadah pengembang diri kepada santri dengan kgiatan ekstrakulikuler seperti kursus tata busana, tata boga, kaligrafi, banjari, drum band, jurnalistik, pagar nusa, qiro’ah dan masih banyak lagi. Penambahan program pembelajaran ini, untuk memberi bekal ketrampilan untuk semua santri agar saat terjun kemasyarakat nanti dapat digunakan dan diamalkan. Lembaga pendidikan yang diterapkan di Mambaus Sholihin memiliki peran yang sangat penting untuk membekali diri generasi muda dalam menghadapi ganasnya arus era globalisasi yag harus ditanggapi dengan bijak. Jika tidak, maka dapat merusak generasi. Maka, sampai hari ini, sistem pendidikan pesantren lah satu-satunya lembaga pendidikan yang ideal abgi generasi bangsa yang ingin tercerahkan baik secara keilmuan dan akhlak.

No comments:

Post a Comment